AC bekerja hampir setiap hari, apalagi dengan cuaca Depok dan sekitarnya yang panas dan lembap. Karena terus dipakai, AC jarang mendapat perhatian sampai suatu hari terasa tidak dingin lagi atau mulai meneteskan air. Padahal, sebagian besar keluhan itu berawal dari hal yang sama: AC yang sudah lama tidak dibersihkan.

Berikut tanda-tanda yang perlu Anda perhatikan, serta kapan sebaiknya AC diservis secara berkala.

Tanda AC sudah waktunya dicuci

Perhatikan apakah AC Anda menunjukkan gejala berikut:

  • Udara tidak sedingin biasanya. Debu yang menumpuk di filter dan evaporator menghambat aliran udara, sehingga ruangan butuh waktu lebih lama untuk sejuk.
  • Air menetes dari unit dalam. Saluran pembuangan yang tersumbat kotoran membuat air kondensasi meluap keluar.
  • Muncul bau apek atau tidak sedap. Kelembapan dan debu menjadi tempat jamur dan bakteri berkembang.
  • Suara lebih bising dari biasanya. Kipas yang kotor atau berat sebelah bisa menimbulkan getaran dan dengung.
  • Tagihan listrik terasa naik. AC yang kotor harus bekerja lebih keras untuk mencapai suhu yang sama.
  • Hidung atau tenggorokan sering tidak nyaman. Bagi sebagian orang, udara dari AC yang kotor terasa lebih mengganggu.

Jika dua atau lebih tanda ini muncul bersamaan, besar kemungkinan AC Anda sudah perlu dicuci.

Perawatan ringan yang aman dilakukan sendiri

Ada beberapa hal sederhana yang bisa Anda lakukan di antara jadwal servis:

  1. Matikan AC dan putuskan listriknya (cabut steker, atau turunkan MCB bila AC tersambung langsung) sebelum menyentuh bagian apa pun.
  2. Bersihkan filter udara. Buka penutup depan unit dalam, lepaskan filter, lalu bilas dengan air mengalir. Keringkan di tempat teduh sampai benar-benar kering sebelum dipasang kembali.
  3. Lap bagian luar unit dengan kain lembap, jangan disemprot air langsung.
  4. Pastikan area unit luar tidak terhalang oleh barang, tanaman, atau tumpukan kotoran.

Membersihkan filter sendiri sudah sangat membantu. Namun, ini berbeda dengan cuci AC menyeluruh yang membersihkan evaporator, kipas, dan saluran pembuangan.

Yang sebaiknya tidak Anda lakukan

  • Jangan menyemprot bagian dalam unit dengan air bertekanan tanpa pelindung. Air bisa mengenai papan kontrol dan komponen listrik.
  • Jangan membongkar unit luar atau menyentuh pipa dan sambungannya. Di dalamnya ada refrigeran bertekanan yang hanya boleh ditangani teknisi dengan alat yang tepat.
  • Jangan menambah freon sendiri. AC yang kurang dingin belum tentu kekurangan refrigeran, dan pengisian yang salah justru bisa merusak kompresor.
  • Jangan menyalakan AC saat ada bau terbakar. Matikan, putuskan listriknya, lalu hubungi teknisi.

Kapan sebaiknya servis berkala

Tidak ada satu jadwal yang cocok untuk semua tempat, karena tergantung seberapa sering AC dipakai dan seberapa berdebu lingkungannya. Sebagai patokan umum:

  • Rumah dengan pemakaian normal: cuci AC kira-kira setiap tiga sampai enam bulan.
  • Pemakaian hampir sepanjang hari atau ruangan dekat jalan raya: pertimbangkan jadwal yang lebih rapat.
  • Ruang kantor, kelas, atau ruang tunggu: sebaiknya punya jadwal tetap, karena AC dipakai lama dan oleh banyak orang.

Servis berkala bukan hanya soal kebersihan. Saat AC dicuci, teknisi juga bisa melihat tanda awal masalah lain, misalnya kipas yang mulai aus atau saluran air yang hampir tersumbat. Menangani hal kecil sejak awal biasanya jauh lebih ringan daripada menunggu sampai AC benar-benar bermasalah.

Sebelum menghubungi kami

Catat keluhan yang Anda rasakan, sejak kapan muncul, dan kapan terakhir kali AC dicuci. Informasi sederhana ini membantu teknisi menentukan apakah cukup dicuci atau perlu pemeriksaan lebih lanjut.

Mars Electronics di Cilodong, Depok melayani cuci AC, servis berkala, dan perbaikan bila ditemukan kerusakan, baik untuk rumah maupun ruang kantor. Kondisi unit kami periksa terlebih dahulu, estimasi biaya dijelaskan sebelum pengerjaan, dan hasil servis dilindungi garansi 1 bulan.